Senin, 18 November 2013
stratifikasi jejaring sosial
dalam masyarakat pasti ada pelapisan sosial kalo dalam tori sosiologi nih banyak banget yang mengungkapkan tentang stratifikasi cuman namanya beda-beda tergantung dari tokoh yang mau memberi nama, kayak marx di enggak secara langsung bilang kalo itu pelapisan sosial, dalam teorinya marx di kenal dengan kelas yaitu kelas borjuis dan kelas ploretar kelas borjuis adalah kelas yang memiliki modal dan kelas proletar adalah kelas yang tidak mempunyai modal atau bisa di bilang buruh, kalo Durkheim dia menamakan teorinya dengan solidaritas yakno solidaritas mekanik dan organic, emang gak secara langsung sih bilang kalo itu bagian dari stratifikasi cuman kan ya secara gak langsung itu bagian dari stratifikasi, soalnya Durkheim membagi tipe solidaritas itu atas pekerjaan. kalau solidaritas mekanik itu kekerabatannya lebih dekat, terus ketergantungannya juga rendah contohnya nih di desa, kalo solidaritas organic itu di kota, ketergantungannya itu tinggi kayak gni bayangkan saja kalo di kota tukang samaphnya libur satu hari, pasti sampahnya numpuk kayak gunung, kalo weber.. dia emang orang yang mengungkapkan tentang stratifikasi menurut dia dalam masyarakat pasti ada pelapisan sosialnya Cuman pembahasan di sini bukan tentang teori sosiologi tapi tentang seorang anak yang mencoba berfikir, bisa di katakan teori sosiologi sih cuman sejauh ini belum ada tokoh yang mengungkapkan tentang statifikasi di jejaring sosial maklum lah.. dulu kan belum ada jejaring sosial, kalau pun ada pasti lucu banget si tokoh bisa update stat tentang teorinya atau bsa ngetwett mungkin hehe… awalnya saya berfikir mungkin konsep tanpa kelas yang di idam-idamkan marx itu di jejaring sosial ya, ya rada melenceng lha.. soalny dari konsep tanpa kelasnya marx, dia bilang kalo konsep tanpa kelas itu dimana tidak ada kelas dan semuanya di atur oleh pemerintah, cuman kan kalo pemerintahnya korupsi ya kan sama aja.. kan kalo di jejaring sosial nih semuanya jadi satu baik dari jabatan yang teringgi maupun yang rendah, baik dari pekerjaan yang mulia maupun yang kotor sekalipun, tapi asalkan punya akun jejaring sosial nih contohnya kayak twitter, semua orang bisa menjadi satu gak ada yang bedain seperti kalo dia orang terkaya maka jejaring sosial nya penuh dengan uang atau emas gitu enggak kan.. cuman saya fikir-fikir ternyata benar kata weber dalam setiap masyarakat pasti ada pelapisan sosialnya termasuk dalam masyarakat jejaring sosial, statifikasi di jejaring sosial itu di dasarkan atas status, sebenarnya bukan jejaring sosialnya yang menciptakan stratifikasi tapi manusianya, di sesuaikan isu yang ada di masyarakat, contohnya gini nih(dalam jejaring sosial) kalo ada masyarakat kalangan bawah ingin berbincang-bincang atau bertanya-Tanya tentang program dengan orang yang punya status tinggi di masyarakat kayak pejabat maupun pemerintah, padahal itu kan menimbulakn efek positif bisa mendekatkan masyarakat pada pemerintahnya tapi sayangnya orang yang mempunyai satus lebih tinggi di masyarakat itu malas utuk menjawabnya fikirnya gini “ini gak penting” emang ada sih orang yang mempunyai status tinggi tapi juga menanggapi tapi kayaknya Cuma seidikit hanya 1 dari 1000.
Langganan:
Komentar (Atom)